Gakerasa
umurku 16 tahun,udah sekolah hampir 13 tahun dan baru kali ini kepikiran dan
ngerasain kalo akutuh cape banget :3 yah
capek banget !!!
Dan gakerasa juga akhirnya aku masih tetap jomblo. *brb, planking di palung mariana*,eehh udah ga jomblo lupaa.. wkwk
Masalah terakhir nggausah dibahaslah ya, itu masalah hati, bukan untuk dipublikasikan. *ALASAN
kita bahas..
Oke, dimana setiap ada pembelajaran, pasti ada yang namanya ujian. Ujian ada untuk mengetahui seberapa banyaknya materi-materi yang tercerna baik kedalam otak dan diceritakan kembali kekhalayak ramai. Bahasa gampangnya, ujian ada buat nyiksa.
Pikiran dan perasaan. Terutama buat para kaum jomblo. *LOH
Kenapa ujian itu ngga layak buat para kaum jomblo? aku punya alasan kuat kenapa kaum jomblo gaperlu ikut ujian. Alesannya adalah karena kaum jomblo tuh ngga punya seorang mentor perasaan (dalam hal ini, kekasih hati) yang dapat senantiasa menyertai mereka dalam menghadapi suka-duka ujian. Kaum Non-jom (singkatan untuk non-jomblo) dengan tenangnya mereka dapat menghadapi ujian, karena mereka mempunyai mentor perasaan, yang dapat mengendalikan perasaan mereka dikala menghadapi susahnya ujian.
Tapi Jomblo!!!?!?/!?@#?!
Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berdampingan dengan sesama manusia! Bukan manusia dengan gulingnya! Ini merupakan faktor psikologis yang cukup membuat jiwa terhenyak ketika sang manusia masih mencari tulang rusuk yang hilang. Pikiran mereka dihadapkan pada dua pilihan, belajar untuk ujian atau mencari tulang rusuk. Maka terjadi ketimpangan antara beban pikiran kaum Jomblo dan kaum Non-Jom. Alasan itulah yang membuat rasio kesuksesan ujian antara kaum Jomblo dengan Non-Jom 1.5:2 . Itulah alasan kuat mengapa kaum jomblo ngga perlu ikut ujian!!!!
wkwkwkwk eaa~~~~ Cuma membela jomblo...
VIVA LA JOMBELO!!
..............
maaf kakak, kali ini beneran out of topic.
Oke, kita ulang dari awal yaaaa
jadiya,dari smp bokap nyokap setia anter jemput pas les,pas sma disuruh pergi sendiri, tapi aku berhenti les english selama 1 semester ini,yah karna capeklah,kepadatan les sekolah,atau les englishnya kesorean,macem2 lah jadi fix berenti dulu.
Dan gakerasa juga akhirnya aku masih tetap jomblo. *brb, planking di palung mariana*,eehh udah ga jomblo lupaa.. wkwk
Masalah terakhir nggausah dibahaslah ya, itu masalah hati, bukan untuk dipublikasikan. *ALASAN
kita bahas..
Oke, dimana setiap ada pembelajaran, pasti ada yang namanya ujian. Ujian ada untuk mengetahui seberapa banyaknya materi-materi yang tercerna baik kedalam otak dan diceritakan kembali kekhalayak ramai. Bahasa gampangnya, ujian ada buat nyiksa.
Pikiran dan perasaan. Terutama buat para kaum jomblo. *LOH
Kenapa ujian itu ngga layak buat para kaum jomblo? aku punya alasan kuat kenapa kaum jomblo gaperlu ikut ujian. Alesannya adalah karena kaum jomblo tuh ngga punya seorang mentor perasaan (dalam hal ini, kekasih hati) yang dapat senantiasa menyertai mereka dalam menghadapi suka-duka ujian. Kaum Non-jom (singkatan untuk non-jomblo) dengan tenangnya mereka dapat menghadapi ujian, karena mereka mempunyai mentor perasaan, yang dapat mengendalikan perasaan mereka dikala menghadapi susahnya ujian.
Tapi Jomblo!!!?!?/!?@#?!
Tuhan menciptakan manusia untuk hidup berdampingan dengan sesama manusia! Bukan manusia dengan gulingnya! Ini merupakan faktor psikologis yang cukup membuat jiwa terhenyak ketika sang manusia masih mencari tulang rusuk yang hilang. Pikiran mereka dihadapkan pada dua pilihan, belajar untuk ujian atau mencari tulang rusuk. Maka terjadi ketimpangan antara beban pikiran kaum Jomblo dan kaum Non-Jom. Alasan itulah yang membuat rasio kesuksesan ujian antara kaum Jomblo dengan Non-Jom 1.5:2 . Itulah alasan kuat mengapa kaum jomblo ngga perlu ikut ujian!!!!
wkwkwkwk eaa~~~~ Cuma membela jomblo...
VIVA LA JOMBELO!!
..............
maaf kakak, kali ini beneran out of topic.
Oke, kita ulang dari awal yaaaa
jadiya,dari smp bokap nyokap setia anter jemput pas les,pas sma disuruh pergi sendiri, tapi aku berhenti les english selama 1 semester ini,yah karna capeklah,kepadatan les sekolah,atau les englishnya kesorean,macem2 lah jadi fix berenti dulu.
Eeehh ternyata kalo gak les
ada kosong 2 hari tuh kan ya,tapi ngemalesin juga dirumah gaktau mau
ngapain,fix deh buat mikirin mau les tapi ikuti sarannya temen2,ambil TOEFL aja
biar cepet selese
Jadi intinya, dalam setahun belajar aku , juga akan dihadapkan pada sebuah ujian. Namun ujian ini bukan sembarang ujian semester belaka. wkwkwk
Intinya sertipikat TOEFL itu menunjukkan kelihaian kau dalam berbahasa inggris. Semakin nilai kita bagus, berarti semakin dipandang jagoan dalam berbahasa inggris,menggurui
TOEFL dibagi jadi beberapa level, yaitu 123456. Aku pernah masuk sebagai anak kelas 1 ditargetkan untuk mengambil level 2. Namun rasa tidak puas diri dicampur dengan mimpi yang (selalu) terlalu tinggi, membuat aku memaksakan diri untuk ikut level 3. Alasan aku? Pas smp Ada seorang anak baru asal surabaya. niko namany. Doi gatelalu bisa grammar,listening, tapi mungkin dulu dia ke klinik Tongfang, doi ambil level 3, dan LULUS! Jadi itulah yang memacu semangat aku dalam mengambil level 3!!!
Berdasarkan statistik pengalaman, selama aku selalu ingin meraih mimpi-mimpi yang tinggi-tinggi, aku selalu terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. aku selalu gagal wkwkkw. Entahlah. Ada orang yang selalu bilang ke aku jangan mimpi tinggi-tinggi soalnya kalo jatoh sakit. Banyak banget yang bilang gitu. Tapi ya, aku mungkin orangnya telalu sombong. wkwkwkk aku selalu maunya ngambil mimpi yang tinggi-tinggi melulu. Gapernah mau liat kenyataan. Daaaaan, sayangnya, aku ngga pernah bisa mempertahankan kesombongan itu untuk direalisasikan. aku sering mandek ditengah jalan dan ngga serius menjalani kesombongan. Dan ujungnya, berakhir pada kegagalan.wkwk dramatis
Namun dalam kegagalan pun kita masih harus memegahkan diri! aku selalu berdalih, yang penting ane udah berusaha (walaupun usaha gue sering banget cuman 50% doang) . Yah, inilah contoh manusia sombong-sesombongsombongnya manusia. lebih baik jatuh sejatuh-jatuhnya kalo perlu mati sekalian, yang penting udah pernah mencoba. Dan ane tau ini songong. Banget. Dan ane tau ane salah.
Dan masih mau songong kali ini?
Masih banyak banget faktor-faktor yang menghalangi aku ngambil level 3, faktor utama adalah diri sendiri. Cantik cantik (eeaa) gini, aku juga sering banget galau kalo udah soal beginian. Takut ngga bisalah, apalah. Menurut ane kesalahan terbesar ane adalah ngga pernah/susah banget berpikir realistis. Maunya menuruti mimpi. Mimpi-mimpi. Teruslah kau bermimpiii
Jadi intinya, dalam setahun belajar aku , juga akan dihadapkan pada sebuah ujian. Namun ujian ini bukan sembarang ujian semester belaka. wkwkwk
Intinya sertipikat TOEFL itu menunjukkan kelihaian kau dalam berbahasa inggris. Semakin nilai kita bagus, berarti semakin dipandang jagoan dalam berbahasa inggris,menggurui
TOEFL dibagi jadi beberapa level, yaitu 123456. Aku pernah masuk sebagai anak kelas 1 ditargetkan untuk mengambil level 2. Namun rasa tidak puas diri dicampur dengan mimpi yang (selalu) terlalu tinggi, membuat aku memaksakan diri untuk ikut level 3. Alasan aku? Pas smp Ada seorang anak baru asal surabaya. niko namany. Doi gatelalu bisa grammar,listening, tapi mungkin dulu dia ke klinik Tongfang, doi ambil level 3, dan LULUS! Jadi itulah yang memacu semangat aku dalam mengambil level 3!!!
Berdasarkan statistik pengalaman, selama aku selalu ingin meraih mimpi-mimpi yang tinggi-tinggi, aku selalu terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. aku selalu gagal wkwkkw. Entahlah. Ada orang yang selalu bilang ke aku jangan mimpi tinggi-tinggi soalnya kalo jatoh sakit. Banyak banget yang bilang gitu. Tapi ya, aku mungkin orangnya telalu sombong. wkwkwkk aku selalu maunya ngambil mimpi yang tinggi-tinggi melulu. Gapernah mau liat kenyataan. Daaaaan, sayangnya, aku ngga pernah bisa mempertahankan kesombongan itu untuk direalisasikan. aku sering mandek ditengah jalan dan ngga serius menjalani kesombongan. Dan ujungnya, berakhir pada kegagalan.wkwk dramatis
Namun dalam kegagalan pun kita masih harus memegahkan diri! aku selalu berdalih, yang penting ane udah berusaha (walaupun usaha gue sering banget cuman 50% doang) . Yah, inilah contoh manusia sombong-sesombongsombongnya manusia. lebih baik jatuh sejatuh-jatuhnya kalo perlu mati sekalian, yang penting udah pernah mencoba. Dan ane tau ini songong. Banget. Dan ane tau ane salah.
Dan masih mau songong kali ini?
Masih banyak banget faktor-faktor yang menghalangi aku ngambil level 3, faktor utama adalah diri sendiri. Cantik cantik (eeaa) gini, aku juga sering banget galau kalo udah soal beginian. Takut ngga bisalah, apalah. Menurut ane kesalahan terbesar ane adalah ngga pernah/susah banget berpikir realistis. Maunya menuruti mimpi. Mimpi-mimpi. Teruslah kau bermimpiii
Yah inilah saya. Dengan kelebihan dan banyak kekurangannya.
karena gak mau gagal lagi akhirnya kuputuskan semester ini aku ikut panduan kemampuan sampai dimana dan tidak ingin memaksakan diri,karena sesuatu yang dipaksa sakit kata temen aku
Contohnya,dia ga mau ee’k tapi dipaksa. Sakittttt
Dia pengen putus tapi
dipaksa gak putus, sayang udah lama katanya. Sakitttttt
Yahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh sudaahlah
intinya : jangan pernah lelah untuk belajar atau menanggung perihnya kebodohan ! wk
Ich, random banget sich. *kata seseorang yang baru tau*
intinya : jangan pernah lelah untuk belajar atau menanggung perihnya kebodohan ! wk
Ich, random banget sich. *kata seseorang yang baru tau*




